Kisi-kisi Testing dan Implementasi 2010

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Kisi-kisi Testing dan Implementasi 2010

Post  Genn on Sat Jul 17, 2010 9:46 pm

Test Tracking Spreadsheet atau Lembar Kerja Penelusuran Pengujian merupakan suatu alat bantu pengujian yang dimaksudkan untuk mengelola jalannya suatu proses pengujian.

Test Team bermaksud melakukan masing2 test 3 kali untuk setiap tahapan pengujian yang dilakukan dengan pengujian dijalankan setengahnya pada masing2 6 siklus dalam 6 test release.
• Test Pass: satu kali pelaksanaan kasus pengujian dalam sebuah perancanaan pengujian secara lengkap.
• Test Cycle: bagian dari test pass yang dijalankan pada satu test release.



Kebutuhan akan Laboratorium Pengujian
• Tidak semua organisasi pengujian membutuhkan laboratorium pengujian. Beberapa organisasi pengujian membutuhkan sebuah laboratorium hanya pada waktu tertentu saja; sedangkan ada pula organisasi yang tidak dapat melakukan pengujian tanpa tersedianya laboratorium.
• Tetapi oleh karena pengadaan dan perawatan sebuah laboratorium pengujian memerlukan biaya yang mahal, maka dalam mengevaluasi akan kebutuhan suatu laboratorium pengujian harus dilakukan secara cermat.
• Berikut ini adlh pertanyaan2 yg dpt menolong utk menentukan apkh memang benar2 diperlukan keberadaan laboratorium pengujian dlm suatu organisasi.
Memilih dan merencanakan laboratorium pengujian
• Ukuran luas (Size)
 Apakah kemungkinan lokasi laboratorium cukup luas untuk memenuhi kebutuhan sebuah test lab?
 Bila bentuk ruangan tidak persegi panjang / bujur sangkar dan cukup luas, maka ukuran harus diperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan tata letak – harus diperhatikan kebutuhan ruang kerja sesungguhnya.
 Juga harus diperhatikan tingginya langit-langit, karena mungkin ada rak peralatan yang cukup tinggi.
 Selain itu harus diperhatikan pula masalah pintu. Segala sesuatu yang ada di dalam lab harus dapat masuk dan keluar dengan mudah, sehingga lokasi pintu, ukuran, dan arah buka/tutup daun pintu harus diperhatikan.

• Pencahayaan (Lighting)
 Jendela dapat memberikan kesan estetika dan kenyamanan bagi orang yang berada dalam ruangan. Tetapi kadang2 jendela juga menjadi masalah saat sinar matahari menembus masuk langsung dari jendela. Sinar matahari ini selain menimbulkan panas, sinar ini akan mengakibatkan tampilan pada layar monitor sulit untuk dilihat dan panas yang ditimbulkannya dapat merusak berbagai peralatan.
 Seluruh jendela dalam lab harus dibuat agak gelap dan dilengkapi dengan tirai. Juga harus dipertimbangkan ketinggian dari jendela. Apabila jendela berada pada lantai dasar atau dengan dengan lantai dasar maka akan dapat menimbulkan masalah keamanan.
 Apabila digunakan penerangan buatan, maka lampu neon paling umum digunakan dan merupakan yang terbaik. Lampu pijar hanya dapat menerangi area yang terbatas, walaupun lampu pijar tidak menimbulkan masalah sakit kepala atau gangguan pada mata. Lokasi penempatan lampu dan jendela harus diperhatikan untuk memberikan kenyamanan dalam bekerja (mambaca dokumen dan melihat tampilan monitor).
• Tata letak (Layout)
 Ketika kita memilih sebuah ruangan lab, harus diingat jenis meja dan rak peralatan yang akan digunakan. Ruangan berbentuk persegi sangat tepat bila seluruh peralatan diletakan dalam rak atau bila peralatan dapat dipindah-pindahkan secara bebas. Tetapi apabila lab akan menggunakan meja maka ruangan luas berbentuk persegi panjang akan lebih tepat.
 Dalam ruangan harus disediakan area bebas untuk memudakan pekerja bergerak secara bebas dalam ruangan.
• Climate Control
 Lab harus memiliki penyejuk udara yang cukup atau pemanas ruangan (apabila berada di lokasi dengan 4 musim) untuk memberikan suhu dan kelembaban udara yang stabil bagi peralatan dan pekerja.
 Pengaturan kondisi udara ini harus aktif selama 24 jam.
 Lebih baik lagi apabila dilengkap dengan sensor suhu sehingga bila suhu atau kelembaban udara berada diluar batas toleransi yang diijinkan maka peralatan akan mati secara otomatis.
 Sensor suhu dan kelembaban udara harus ditempatkan pada lokasi yang sesuai.
• Fire Safety and prevention
 Setiap tempat kerja harus dilengkapi dengan detektor asap atau api, baik yang dicatu dengan batere maupun yang dicatu dengan listrik tetapi di-back up dengan batere. Detektor ini harus diuji fungsi secara teratur.
 Untuk mencegah kebakaran maka lab harus memiliki pemadam kebakaran portabel yang aman terhadap listrik dan efektif.
 Jika di dalam lab terdapat peralatan yang besar seperti komputer mainframe atau sentral peralatan komunikasi, maka diperlukan peralatan pengendalian kebakaran yang canggih yang aman baik bagi peralatan maupun karyawan.
 Peralatan pendeteksi dan penanggulangan kebakaran ini harus mudah diakses.
• Listrik (Power)
 Bebagai jenis sumber daya listrik harus disiapkan dalam lab. Contoh: 120 VAC, 240 VAC, 480 VAC, 48 VDC, dan sebagainya.
 Sumber tegangan listrik ini harus tersedia di tempat yang tepat.
 Sebagai tambahan, daya listrik yang masuk harus stabil, sesuai dengan spesifikasi sesuai standar dan tidak boleh terputus, bebas dari spikes, surges, sags, brownouts, dan blackouts yang mengganggu jaringan listrik.
 Tetukan tataletak soket stop kontak pada lokasi2 yang sesuai dengan jumlah yang memadai.
• Medan Statis (Static)
 Jika akan digunakan karpet sebagai pelapis lantai ruangan lab, maka harus diperhatikan masalah medan listrik statis yang dapat ditimbulkan oleh bahan karpet tersebut.
 Perlu dipilih bahan yang tidak menimbulkan medan listrik statis yang dapat merusak komponen2 elektronik.
 Ruangan harus dilengkapi dengan alas kaki khusus anti statik dan sistem pertahanan yang baik untuk mencegah timbulnya medan statik ini.
• Fasilitas
 Fasilitas untuk karyawan laboratorium, seperti: toilet, tangga, elevator, dan sebagainya (termasuk sarana akses bagi penyandang cacat) adalah penting tidak hanya karena alasan legal saja, tetapi akan mempengaruhi produktifitas dari tim.
 Fasilitas saluran komunikasi: jaringan telepon (PTSN, BRI ISDN, PRI ISDN, T1, OC3 dan sebagainya), jaringan komputer (ethernet cat3, cat 5, token ring, serat optik, atau ATM) dan koneksi2 lainnya.
 Untuk memudahkan pengelolaan kabel jaringan disarankan lab menggunakan lantai yang dinaikkan (raised floor).
 Bila dibutuhkan, bisa disiapkan pula koneksi untuk saluran air dan pembuangannya. Kadang2 diperlukan air mengalir untuk pendinginan.

Persediaan Laboratorium Pengujian
• Barang-barang dan peralatan-peralatan yang diperlukan dalam suatu laboratorium pengujian akan berbeda-beda tergantung dari jenis pengujian yang akan dilakukan.
• Faktor2 yang mempengaruhinya adalah: jenis sistem yang akan diuji.
• Pentingnya akan suatu kebutuhan tergantung sekali terhadap jenis pengujian yang akan dilakukan.
• Kebutuhan laboratorium pengujian perangkat keras juga akan berbeda dengan kebutuhan laboratorium yang digunakan untuk pengujian perangkat lunak.
Perangkat Lunak
• Sistem operasi.
• Aplikasi.
• Alat bantu pengujian dan perangkat lunak pelengkap/pendukung lainnya (Utilities)
Perangkat Keras
• PC Cards.
• Monitor/Video Cards.
• Printer dan Scanner.
• Modem/Network cards.
• Data Storage.
• Surge Protector / UPS units.
• Cables.
• Jaringan komputer.

Ada 3 hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan faktor manusia yang bekerja dalam sebuah laboratorium, yaitu:
• Keamanan dalam laboratorium.
• Kerusakan pada peralatan laboratorium.
• Produktivitas dalam laboratorium.
Jabatan yang diberikan pada Test Manager:
• Quality Control Manager: bertanggung jawab melakukan pengetesan untuk mencari kesalahan.
• Quality Assurance Manager: tidak hanya bertanggung jawab untuk menemukan kesalahan tetapi juga mencegah timbulnya kesalahan serta mengusahakan peningkatan kualitas produk secara terus-menerus.
Definisi yang diberikan oleh standar IEEE 610.12-1990 mengenai Quality Assurance:
1. Sebuah pola yang direncanakan dan sistematis dari seluruh kegiatan yang diperlukan untuk menyakinkan bahwa sebuah produk telah sesuai dengan spesifikasi teknik yang telah ditentukan.
2. Sejumlah aktivitas yang dirancang untuk mengevaluasi proses pengembangan /pembuatan suatu produk.
Quality Control didefinisikan:
Sejumlah aktifitas yang dirancang untuk mengevaluasi kualitas dari suatu produk yang dikembangkan/dibuat


Model Dasar Organisasi Testing
• Testing Manager memberi laporan kepada Development Manager.
• Test Engineer dipimpin oleh seorang pemimpin (Lead Test Engineer) yang akan mengkomunikasi-kan hasil testing langsung pada Development Manager.
• Model ini cocok bila kita bekerja dalam suatu kelompok dengan jumlah personel yang sedikit (jumlahnya hanya belasan).
Kesalahan pada Model Darsar Organisasi Testing
• Test group menjadi tidak independen.
• Proses testing tidak mendapatkan akses terhadap sumber daya yang dibutuhkannya.
• Sumber daya yang dimilikinya tidak hanya digunakan untuk testing.
• Peranan testing menjadi tidak jelas, karena hanya digunakan sebagai saran dalam pengembangan sistem, bahkan mungkin pelaku testing akan bekerja sebagai developer juga.

Genn
Junior Member
Junior Member

Dragon
Jumlah posting : 37
Join date : 17.07.10
Age : 28
Lokasi : Jak-City

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik